Baru 4 Hari Usai Melahirkan, Suami Paksa Berhubungan, Istri Tahan Sakit Hingga Meninggal Dunia
Pada kalangan masyarakat Melayu, ada pantangan bagi perempuan 44 hari pascamelahirkan yang sudah dipraktikkan secara turun-temurun.
Pasalnya, periode ini dianggap sebagai masa pemulihan fungsi kewanitaan dari semua luka serta fisik dan mental.
MENARIK UNTUK ANDAAdskeeper
Cara Menghilangkan Papiloma secara Alami 24 Jam
Catat Ladies! Cara Bikin Payudara Kencang Berisi tanpa Operasi!
Siapa yang Menderita Diabetes Baca Segera sebelum Dihapus
Kisah Suami Istri Tunawisma Asal Jakarta yang Menjadi Miliarder
Seluruh Warga Jakarta Kaget! Diabetes Mudah Diobati (Baca di Sini)
Wanita 41 Tahun dengan Wajah Bayi: Dia Lakukan Ini sebelum Tidur
Jika Muncul Papiloma pada Dada, Leher atau Ketiak, Baca Ini!
Nenek Ini Hasilkan 12 Miliar Rupiah dalam 28 Hari dengan Cara Ini
Diabetes Hilang Selamanya! Lakukan Ini sebelum Tidur
Ternyata, Inilah Pembersih Pembuluh Darah Terampuh di Indonesia!
Orang yang Mengalami Sakit Lutut dan Pinggul Harus Membaca Ini
Varises akan Menghilang dalam 1 Hari! Catatlah Resepnya!
Pada rentang waktu ini juga, rahim juga akan mulai berkontraksi, menyusut seperti sebelum hamil.
Waktu 44 hari itu dirasa cukup untuk mengembalikan organ kewanitaan. Suami harus bekerja sama dengan istri mereka untuk menghindari selama masa itu untuk memastikan kesehatan mereka sepenuhnya.
Namun, ada juga kasus suami yang kejam, bisa jadi karena tipikal yang kasar dan ada juga yang tidak memahami apa yang seharusnya tidak dilakukan terhadap istrinya.
Seperti apa yang dikisahkan Indah Hazrila yang diunggah di di halaman facebooknya ini.
Sulit dimengerti seorang ibu yang baru 4 hari melahirkan, terpaksa menahan sakit karena suaminya terlalu bernafsu.
Tak bisa dibayangkan, bagaimana rasa sakit yang dialami istrinya. Yang paling menyedihkan, bayi berusia 4 hari harus masuk panti asuhan akibat kekejaman ayahnya.
Mari kita ikuti kisahnya di bawah ini. Ini bisa Anda jadikan pelajaran dan bagikan untuk semua orang di luar sana.
Kisah ini sudah terjadi beberapa tahun lalu. Namun karena kengeriannya, aku ingin menceritakannya lagi. Di ruang gawat darurat, kami menerima seorang pasien ibu muda. Ia baru melahirkan empat hari yang lalau.
Wajahnya biru pucat, matanya yang hitam ke atas, bibirnya kebiruan, mulutnya berbusa, tubuhnya kaku dingin.
